Takut Corona Produksi Samsung Galaxy S20 Pindah Ke Vietnam

0

Pabrikan elektronik Raksasa Asal Korea Selatan Samsung electronics merasa tak kuasa menanhan gempuran Virus Corona yang semakin menyebar di negaranya Korsel.

Akibat dari persebaran Virus yang semakin tak terkendali ini, Produk Ponsel Flagship terbarunya Galaxy S20 harus diungsikan ke Vietnam.

Hal ini dilakukan karena salah satu karyawannya dinyatakan positif terjangkit virus corona yang memaksa Samsung harus menutup pabrik yang memproduksi ponsel flagship Samsung di Kota Gumi, Vietnam.

“Pabrik yang membuat ponsel premium Samsung seperti S20 dan Z Flip lipat, akan melanjutkan produksi pada hari Sabtu [di Vietnam],” kata juru bicara Samsung, seperti yang dilansir dari Reuters, (9/3/2020).

Baca juga : Maret 2020 Nokia Segera Rilis Smartphone 5G Terbaru

Sejak akhir Februari 2020, total enam pekerja sudah dinyatakan positif di komplek pabrik di Kota Gumi, dekat dengan Kota Daegu yang dikenal sebagai pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan.

“Langkah untuk memindahkan produksi sebagian ponsel premium ke Vietnam dimaksudkan untuk tetap memasok produk kepada konsumen secara lebih efektif, stabil, dan tepat waktu,” kata pihak Samsung dalam pernyataannya.

“Setelah situasi COVID-19 stabil, kami berencana untuk memindahkan kembali output ke Gumi,” tambahnya.

Samsung diketahui telah mengalihkan sebagian besar produksi ponsel cerdasnya ke Vietnam selama 10 tahun terakhir, di mana ia membuat lebih dari 50% ponselnya dan sejauh ini wabah corona tidak mengganggu produksi disana.

Di hari yang sama, Jumat, (6/3/2020), Samsung juga meluncurkan ponsel flagship terbarunya yaitu Galaxy S20 secara global sesuai jadwal tanpa dipengaruhi di tengah kekhawatiran bahwa virus corona diperkirakan dapat mengurangi permintaan untuk ponsel premium di pasar dalam negeri dan luar negeri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More