News

Polisi Akhirnya Tankap Roy Suryo, Karena Kasus Meme Kasus Lain Masih Belum jelas

Triknesia.com – Polisi Akhirnya Tankap Roy Suryo, Karena Kasus Meme Kasus Lain Masih Belum jelas, Setelah diperika selama kurang lebih 8 jam, mantan Menteri pemuda dan olahraga Roy Suryo Akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuatan dan pembagian meme stupa.

“Penyidik memutuskan mulai malam ini terhadap saudara Roy Suryo sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, ini mulai malam ini dilakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Jumat (5 Agustus 2022).

Menurut Zulpan, penahanan terhadap Roy Suryo untuk mencegah yang bersangkutan kabur atau melarikan diri.

“Hal ini dilakukan karena ada khawatir dari penyidik menghilangkan barang bukti dan sebagainya sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 Ayat 1 Kuhap ,” jelas Zulpan.

Sementara itu, penahanan Roy Suryo dilakukan selama 20 hari ke depan di Rutan Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Jadwal Update MIUI 13, Xiaomi Kamu Dapat Update Gak Nih

Sebelumnya, Roy Suryo telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya yakni pada tanggal 28 Juli, hari Kamis. Hanya pada waktu itu, Roy Suryo tidak ditahan.

Menurut pertimbangan penyidik, Roy Suryo tidak dilakukan penahanan karena Roy Suryo bersikap kooperatif baik selama penyelidikan maupun penyidikan.***

Kasus Lain Roy Suryo

Hanya saja, Johan baru melaporkan dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) tersebut pada 2016. Johan mendesak Ade menyampaikan permohonan maaf melalui akun Twitter, tapi tersangka tidak memenuhinya. Dia pun menjadi tersangka berdasarkan delik Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

roy suryo 2

Menurut Johan, Ade sempat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Hanya saja, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk Ade pada 20 Februari 2017. Selaku pelapor, Johan lantas mengajukan gugatan praperadilan terhadap penerbitan SP3 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Menurut Johan, penerbitan SP3 tersebut janggal.

Dia mengaku, gugatannya kala itu disidangkan dengan baik di PN Jaksel. Hakim pun memutuskan bahwa para ahli yang dihadirkan Polda Metro Jaya tidak konsekuen. Pada pemeriksaan ulang mereka menetapkan ada unsur pidana dalam cicitan Ade Armando.

Namun, pada pemeriksaan selanjutnya mereka justru menangkis pernyataan tersebut dan berpendapat tidak ada unsur penodaan agama oleh Ade. Hakim tunggal Aries Bawono Langgeng pun memutuskan menerima permohonan praperadilan dari Johan Khan pada Senin, 4 September 2017.

Johan pun mengungkapkan, jika kasus yang dilaporkannya belum juga ditangani kembali oleh polisi hingga saat ini. “Artinya sekarang sudah lima tahun (lebih) menjadi tersangka. Ini kan tidak adil bagi kedua pihak. Beliau (Ade Armando) juga dirugikan,” kata Johan kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Pada medio April 2022, kepada Republika, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai, status tersangka Ade hingga saat ini masih belum hilang, meski tidak ditahan. Hal itu merespons Ade yang masih berakivitas bebas di luar dan tidak ditahan Polda Metro Jaya meski berstatus tersangka kasus penistaan agama sejak 2017.

Kondisi itu membuat warganet dan sebagian kalangan menganggap Ade kebal hukum dan mendapatkan keistimewaan di mata aparat hukum. “Sepanjang belum ada penghentian penyidikan (SP3) status TSK (tersangka) itu tetap melekat,” kata Fickar.

Baca Juga :  Spesifikasi Dan Harga Samsung Galaxy S21 FE 5G, Buat Para Fans

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please Turn Off Youre Fucking Adblock bastard