Contoh Soal Quick Ratio

Contoh Soal Quick Ratio – Ini adalah proses mengevaluasi situasi keuangan dan kinerja perusahaan di masa sekarang dan di masa lalu, untuk menentukan perkiraan dan perkiraan yang paling mungkin tentang keadaan dan kinerja perusahaan di masa depan. membandingkan data keuangan dari dua periode atau lebih untuk mendapatkan data/informasi yang dapat mendukung keputusan yang akan diambil oleh pemangku kepentingan.

Membantu menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Perbandingan situasi keuangan dan kinerja perusahaan saat ini dengan situasi keuangan dan kinerja perusahaan di masa lalu, dengan perusahaan lain dan industri. Membantu pengguna laporan keuangan membuat keputusan.

Contoh Soal Quick Ratio

Contoh Soal Quick Ratio

Analisis Vertikal Menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan melihat data historis perusahaan; membandingkan item baris ke item baris lain dalam laporan keuangan. contoh analisis vertikal: ukuran total, analisis rasio horizontal Menganalisis atau membandingkan laporan keuangan dari berbagai periode untuk membantu mengidentifikasi kemajuan. Contoh analisis horizontal: analisis tren

Analisis Rasio Keuangan Perusahaan (financial Analysis Ratio)

Metode analisis laporan keuangan Analisis vertikal Penjualan Harga pokok penjualan ( ) ( ) ( ) Beban umum dan administrasi (80.000) ( ) ( ) Pendapatan penjualan bersih % % % Harga pokok penjualan % % % Beban umum dan administrasi % % % Laba bersih % % %

Metode analisis laporan keuangan Analisis horizontal Contoh: Jumlah penjualan tahun 2009 dan 2010 persentase perubahannya adalah: (-) / = 6,5% Penjualan: 6,5% Harga pokok penjualan: 4,8% Biaya umum dan administrasi: 5,8% Laba bersih: 9,5 %

7 INDIKATOR KEUANGAN Indikator keuangan adalah ukuran statistik yang terkait dengan dua angka dalam laporan laba rugi, neraca, atau keduanya. Indikator keuangan memungkinkan Anda untuk membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan kinerja antar perusahaan.

8 INDIKATOR KEUANGAN Saat menganalisis perusahaan, tidak perlu menggunakan semua indikator keuangan. Pilihan rasio yang digunakan tergantung pada kebutuhan dan tujuan analisis. Misalnya: pemasok jangka pendek dan kreditur lebih memilih untuk fokus pada likuiditas saat ini, sedangkan pemegang saham lebih memilih rasio profitabilitas untuk menentukan tingkat pengembalian investasi; sementara bank akan memprioritaskan profitabilitas dan rasio leverage saat menyetujui pinjaman.

Pengertian Cash Ratio, Fungsi, Dan Cara Menghitungnya

Analisis rasio dapat dilakukan dengan menggunakan: analisis cross-sectional membandingkan indikator keuangan perusahaan yang berbeda pada waktu yang sama, misalnya membandingkan perusahaan dengan pesaing utamanya atau industri (metode ini disebut benchmarking) deret waktu (time series analysis) untuk mengevaluasi perkembangan kinerja perusahaan melalui indikator keuangan

10 RASIO LIKUIDITAS Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang akan segera jatuh tempo. A. Current Ratio Kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva jangka pendeknya. Rasio Lancar = Aset Lancar Kewajiban Lancar

Rasio ini memberikan representasi likuiditas perusahaan yang lebih baik daripada rasio lancar karena menghilangkan perkiraan persediaan saat menghitung rasio. Penghapusan inventaris terjadi karena inventaris membutuhkan waktu lama untuk dikonversi menjadi uang tunai. Rasio cepat = aset lancar – persediaan kewajiban lancar

Contoh Soal Quick Ratio

Aset Lancar Jumlah (Rp) Kewajiban Lancar Kas Piutang Usaha Hutang Usaha Persediaan Persediaan Hutang Usaha Hutang Usaha Kewajiban Gaji Kewajiban Lainnya Jumlah

Detail Contoh Soal Rasio Koleksi Nomer 3

Kewajiban Lancar Artinya kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar dengan aktiva yang ada dalam jangka pendek adalah 2:1 atau 200%. Setiap utang lancar Rp 1,- dijamin dengan aktiva jangka pendek sebesar Rp 2,-. Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan = – = 1.167 Kewajiban Lancar Artinya kemampuan perusahaan untuk membayar dengan aktiva lancar tidak termasuk persediaan adalah 1.167:1 atau 116,7%. Setiap Rp 1,- hutang lancar dapat dijamin dengan aset jangka pendek tanpa persediaan Rp 1.167,-

14 Rasio Solvabilitas Rasio ini dapat menunjukkan sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang atau klien eksternal, dimana kapasitas perusahaan digambarkan dengan modal (ekuitas). Perusahaan yang baik harus memiliki lebih banyak struktur modal daripada utang.

15 Rasio Solvabilitas A. Rasio Total Debt to Total Assets (Debt to Total Assets Ratio) Rasio utang terhadap total aset menunjukkan jumlah total utang dalam kaitannya dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini menunjukkan besarnya aset yang dibiayai oleh utang perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut: Debt to Total Assets Ratio = Total Debt Total Assets Semakin tinggi rasionya, semakin besar pembiayaan utang, yang berarti semakin besar risiko bagi perusahaan (semakin besar kemungkinan tidak mampu membayar utangnya). Rasio yang tinggi juga berarti aset perusahaan dibiayai dengan ekuitas.

16 Rasio Solvabilitas B. Rasio Utang-Ekuitas (Debt-Equity Ratio) Rasio utang-ekuitas mengukur seberapa besar modal yang dijamin dengan utang (termasuk utang jangka pendek). Semakin tinggi rasio ini, semakin menguntungkan perusahaan dan, bagi bank, semakin besar risiko yang ditanggungnya. Rumusnya adalah sebagai berikut: Debt-Equity Ratio = Total Debt % Net Equity Semakin rendah rasionya, semakin tinggi tingkat pembiayaan perusahaan yang diberikan oleh pemegang saham dan semakin besar perlindungan kreditur jika terjadi kerugian besar.

Menghitung Rasio Likuiditas Perusahaan

17 Contoh Solvabilitas: Hitung rasio utang terhadap ekuitas dan rasio utang terhadap total aset dari data keuangan berikut. Total Aset Rp Hutang Jangka Pendek Rp Hutang Jangka Panjang Rp Ekuitas Pemegang Saham Rp Total Hutang + Ekuitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *