Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cara Setting 1 Parabola 2 Receiver dengan Mudah dan Cepat

cara setting 1 parabola 2 receiver

Cara Setting 1 Parabola 2 Receiver dengan Mudah dan Cepat

Memiliki lebih dari satu TV di rumah, namun hanya memiliki satu parabola? Jangan khawatir, karena ada cara mudah untuk mengatur 1 parabola untuk digunakan oleh 2 receiver. Dengan begitu, Anda dapat menonton acara TV yang berbeda di setiap TV tanpa harus memasang parabola tambahan.

Pengaturan 1 parabola 2 receiver ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Salah satu metode yang paling umum adalah menggunakan switch diseqc. Switch diseqc adalah perangkat yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan beberapa receiver ke satu parabola. Dengan menggunakan switch diseqc, Anda dapat memilih receiver mana yang akan menerima sinyal dari parabola pada saat tertentu.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas langkah-langkah cara setting 1 parabola 2 receiver menggunakan switch diseqc secara lebih rinci.

cara setting 1 parabola 2 receiver

Berikut adalah 9 poin penting tentang cara setting 1 parabola 2 receiver:

  • Gunakan switch diseqc
  • Hubungkan parabola ke switch diseqc
  • Hubungkan switch diseqc ke receiver
  • Nyalakan receiver dan TV
  • Masuk ke menu pengaturan receiver
  • Pilih pengaturan parabola
  • Atur jenis LNB
  • Atur posisi parabola
  • Simpan pengaturan

Setelah mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda seharusnya dapat menonton acara TV yang berbeda di setiap TV menggunakan 1 parabola dan 2 receiver.

Gunakan switch diseqc

Switch diseqc adalah perangkat yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan beberapa receiver ke satu parabola. Switch diseqc bekerja dengan cara mengalihkan sinyal dari parabola ke receiver yang dipilih.

Untuk menggunakan switch diseqc, Anda perlu menghubungkannya ke parabola dan receiver. Pertama, hubungkan kabel dari parabola ke port “LNB IN” pada switch diseqc. Kemudian, hubungkan kabel dari receiver ke port “Receiver 1” atau “Receiver 2” pada switch diseqc.

Setelah switch diseqc terhubung, Anda perlu menyalakan receiver dan TV. Kemudian, masuk ke menu pengaturan receiver dan pilih pengaturan parabola. Di pengaturan parabola, Anda perlu memilih jenis LNB yang digunakan dan mengatur posisi parabola.

Setelah pengaturan parabola selesai, Anda dapat menyimpan pengaturan dan keluar dari menu. Sekarang, Anda seharusnya dapat menonton acara TV yang berbeda di setiap TV menggunakan 1 parabola dan 2 receiver.

Perlu dicatat bahwa beberapa switch diseqc memerlukan daya untuk beroperasi. Jika switch diseqc yang Anda gunakan memerlukan daya, maka Anda perlu menghubungkannya ke sumber daya menggunakan adaptor daya.

Hubungkan parabola ke switch diseqc

Setelah Anda menyiapkan switch diseqc, langkah selanjutnya adalah menghubungkannya ke parabola dan receiver.

  • Hubungkan kabel dari parabola ke port “LNB IN” pada switch diseqc.

    Gunakan kabel koaksial berkualitas baik untuk menghubungkan parabola ke switch diseqc. Pastikan kabel terhubung dengan erat pada kedua ujungnya.

  • Hubungkan kabel dari receiver ke port “Receiver 1” atau “Receiver 2” pada switch diseqc.

    Gunakan kabel HDMI atau kabel AV untuk menghubungkan receiver ke switch diseqc. Pastikan kabel terhubung dengan erat pada kedua ujungnya.

  • Nyalakan receiver dan TV.

    Setelah semua kabel terhubung, nyalakan receiver dan TV. Pastikan TV disetel ke input yang sesuai dengan receiver.

  • Masuk ke menu pengaturan receiver dan pilih pengaturan parabola.

    Setiap receiver memiliki menu pengaturan yang berbeda. Silakan merujuk ke manual receiver untuk mengetahui cara mengakses pengaturan parabola.

Setelah Anda masuk ke pengaturan parabola, Anda perlu memilih jenis LNB yang digunakan dan mengatur posisi parabola. Setelah pengaturan parabola selesai, Anda dapat menyimpan pengaturan dan keluar dari menu.

Hubungkan switch diseqc ke receiver

Setelah Anda menghubungkan parabola ke switch diseqc, langkah selanjutnya adalah menghubungkan switch diseqc ke receiver. Untuk melakukan ini, Anda perlu menggunakan kabel HDMI atau kabel AV.

Jika Anda menggunakan kabel HDMI, hubungkan salah satu ujung kabel ke port HDMI “Out” pada switch diseqc dan ujung lainnya ke port HDMI “In” pada receiver. Pastikan kabel HDMI terhubung dengan erat pada kedua ujungnya.

Jika Anda menggunakan kabel AV, hubungkan kabel merah dan putih dari kabel AV ke port “Audio Out” pada switch diseqc dan ujung lainnya ke port “Audio In” pada receiver. Kemudian, hubungkan kabel kuning dari kabel AV ke port “Video Out” pada switch diseqc dan ujung lainnya ke port “Video In” pada receiver. Pastikan kabel AV terhubung dengan erat pada kedua ujungnya.

Setelah kabel HDMI atau kabel AV terhubung, nyalakan receiver dan TV. Pastikan TV disetel ke input yang sesuai dengan receiver. Jika Anda telah menghubungkan kabel dengan benar, Anda seharusnya dapat melihat gambar dan mendengar suara dari parabola di TV.

Jika Anda mengalami masalah dengan gambar atau suara, periksa kembali apakah semua kabel telah terhubung dengan benar. Anda juga dapat mencoba menggunakan kabel HDMI atau kabel AV yang berbeda.

Nyalakan receiver dan TV

Setelah Anda menghubungkan parabola, switch diseqc, dan receiver, langkah selanjutnya adalah menyalakan receiver dan TV.

Untuk menyalakan receiver, tekan tombol power pada receiver. Receiver akan menyala dan menampilkan gambar di TV. Jika receiver tidak menyala, periksa kembali apakah kabel daya telah terhubung dengan benar.

Setelah receiver menyala, nyalakan TV dan setel TV ke input yang sesuai dengan receiver. Biasanya, input yang digunakan adalah HDMI 1 atau HDMI 2. Anda dapat melihat input yang tersedia pada TV dengan menekan tombol “Input” pada remote control TV.

Setelah TV disetel ke input yang benar, Anda seharusnya dapat melihat gambar dan mendengar suara dari parabola di TV. Jika Anda tidak dapat melihat gambar atau mendengar suara, periksa kembali apakah semua kabel telah terhubung dengan benar. Anda juga dapat mencoba menggunakan kabel HDMI atau kabel AV yang berbeda.

Jika Anda telah mengikuti semua langkah dengan benar tetapi masih mengalami masalah, Anda dapat mencoba mengatur ulang receiver ke pengaturan pabrik. Untuk melakukan ini, cari tombol reset pada receiver dan tekan tombol tersebut menggunakan penjepit kertas atau benda tajam lainnya. Setelah receiver diatur ulang, Anda perlu mengulang langkah-langkah pemasangan dari awal.

Masuk ke menu pengaturan receiver

Setelah receiver menyala dan menampilkan gambar di TV, langkah selanjutnya adalah masuk ke menu pengaturan receiver.

Untuk masuk ke menu pengaturan receiver, tekan tombol “Menu” pada remote control receiver. Tombol “Menu” biasanya terletak di bagian tengah remote control. Setelah tombol “Menu” ditekan, menu utama receiver akan ditampilkan di TV.

Gunakan tombol panah pada remote control untuk menavigasi menu utama receiver. Cari opsi “Pengaturan” atau “Settings” dan tekan tombol “OK” untuk masuk ke menu pengaturan.

Di menu pengaturan, Anda akan menemukan berbagai opsi pengaturan, termasuk pengaturan parabola, pengaturan saluran, pengaturan audio, dan pengaturan lainnya. Gunakan tombol panah pada remote control untuk menavigasi menu pengaturan dan pilih opsi yang ingin Anda ubah.

Setelah Anda selesai mengubah pengaturan, tekan tombol “Simpan” atau “OK” untuk menyimpan perubahan. Receiver akan menyimpan perubahan dan kembali ke menu utama. Anda sekarang dapat keluar dari menu pengaturan dengan menekan tombol “Keluar” atau “Exit” pada remote control.

Pilih pengaturan parabola

Di menu pengaturan receiver, cari opsi “Pengaturan Parabola” atau “Satellite Settings”. Opsi ini biasanya terletak di bagian atas menu pengaturan.

Setelah masuk ke menu pengaturan parabola, Anda akan menemukan berbagai opsi pengaturan, termasuk jenis LNB, posisi parabola, dan lainnya. Jenis LNB yang digunakan tergantung pada jenis parabola yang Anda miliki. Jika Anda tidak yakin jenis LNB yang digunakan, Anda dapat menghubungi penyedia layanan parabola Anda.

Setelah memilih jenis LNB, Anda perlu mengatur posisi parabola. Posisi parabola tergantung pada lokasi Anda dan arah parabola menghadap. Anda dapat menggunakan kompas untuk menentukan arah parabola menghadap. Setelah Anda mengetahui arah parabola menghadap, Anda dapat menggunakan skala derajat pada dudukan parabola untuk mengatur posisi parabola.

Setelah jenis LNB dan posisi parabola diatur, Anda dapat menyimpan perubahan dan keluar dari menu pengaturan parabola. Receiver akan menyimpan perubahan dan mulai mencari saluran.

Setelah receiver selesai mencari saluran, Anda dapat menonton acara TV yang berbeda di setiap TV menggunakan 1 parabola dan 2 receiver.

Atur jenis LNB

Jenis LNB yang digunakan tergantung pada jenis parabola yang Anda miliki. LNB adalah singkatan dari Low Noise Block Converter. LNB berfungsi untuk menerima sinyal dari parabola dan mengonversinya menjadi sinyal yang dapat diterima oleh receiver.

  • LNB Universal:

    LNB universal adalah jenis LNB yang paling umum digunakan. LNB universal dapat digunakan untuk menerima sinyal dari semua jenis parabola, termasuk parabola C-Band dan Ku-Band.

  • LNB C-Band:

    LNB C-Band digunakan untuk menerima sinyal dari parabola C-Band. Parabola C-Band biasanya digunakan untuk menerima sinyal dari satelit yang berada di orbit geostasioner.

  • LNB Ku-Band:

    LNB Ku-Band digunakan untuk menerima sinyal dari parabola Ku-Band. Parabola Ku-Band biasanya digunakan untuk menerima sinyal dari satelit yang berada di orbit ekuatorial.

  • LNB Single:

    LNB single adalah jenis LNB yang hanya dapat menerima sinyal dari satu satelit. LNB single biasanya digunakan untuk menerima sinyal dari satelit yang berada di orbit geostasioner.

Jika Anda tidak yakin jenis LNB yang digunakan, Anda dapat menghubungi penyedia layanan parabola Anda.

Atur posisi parabola

Posisi parabola tergantung pada lokasi Anda dan arah parabola menghadap. Anda dapat menggunakan kompas untuk menentukan arah parabola menghadap. Setelah Anda mengetahui arah parabola menghadap, Anda dapat menggunakan skala derajat pada dudukan parabola untuk mengatur posisi parabola.

  • Tentukan arah parabola:

    Gunakan kompas untuk menentukan arah parabola menghadap. Arah parabola menghadap tergantung pada lokasi Anda dan satelit yang ingin Anda terima sinyalnya.

  • Atur sudut elevasi:

    Sudut elevasi adalah sudut antara parabola dengan garis horizontal. Sudut elevasi tergantung pada lokasi Anda dan satelit yang ingin Anda terima sinyalnya. Anda dapat menemukan sudut elevasi untuk lokasi Anda di situs web penyedia layanan parabola.

  • Atur sudut azimuth:

    Sudut azimuth adalah sudut antara parabola dengan arah utara. Sudut azimuth tergantung pada lokasi Anda dan satelit yang ingin Anda terima sinyalnya. Anda dapat menemukan sudut azimuth untuk lokasi Anda di situs web penyedia layanan parabola.

  • Kencangkan baut dudukan parabola:

    Setelah Anda mengatur sudut elevasi dan sudut azimuth, kencangkan baut dudukan parabola untuk menahan parabola pada posisinya.

Setelah Anda mengatur posisi parabola, receiver akan mulai mencari saluran. Jika receiver tidak dapat menemukan saluran, periksa kembali apakah posisi parabola sudah benar.

Simpan pengaturan

Setelah Anda mengatur jenis LNB, posisi parabola, dan pengaturan lainnya, langkah selanjutnya adalah menyimpan pengaturan.

  • Tekan tombol “Simpan” atau “OK”:

    Setelah Anda selesai mengatur semua pengaturan, tekan tombol “Simpan” atau “OK” pada remote control receiver. Tombol “Simpan” atau “OK” biasanya terletak di bagian bawah remote control.

  • Receiver akan menyimpan pengaturan:

    Receiver akan menyimpan pengaturan dan menampilkan pesan konfirmasi di layar TV. Pesan konfirmasi biasanya berupa “Pengaturan berhasil disimpan” atau “Pengaturan telah disimpan”.

  • Keluar dari menu pengaturan:

    Setelah pengaturan berhasil disimpan, Anda dapat keluar dari menu pengaturan dengan menekan tombol “Keluar” atau “Exit” pada remote control.

  • Receiver akan mulai mencari saluran:

    Setelah Anda keluar dari menu pengaturan, receiver akan mulai mencari saluran. Proses pencarian saluran mungkin memakan waktu beberapa menit.

Setelah receiver selesai mencari saluran, Anda dapat menonton acara TV yang berbeda di setiap TV menggunakan 1 parabola dan 2 receiver.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang TV:

Pertanyaan 1: Bagaimana cara memilih TV yang tepat?
Jawaban: Saat memilih TV, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti ukuran layar, resolusi layar, jenis layar, dan fitur-fitur yang ditawarkan. Anda juga perlu mempertimbangkan budget yang tersedia.

Pertanyaan 2: Apa perbedaan antara TV LCD dan TV LED?
Jawaban: TV LCD (Liquid Crystal Display) dan TV LED (Light-Emitting Diode) sama-sama menggunakan panel LCD untuk menampilkan gambar. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan. TV LCD menggunakan lampu neon sebagai sumber cahaya, sedangkan TV LED menggunakan dioda pemancar cahaya (LED) sebagai sumber cahaya.

Pertanyaan 3: Apa itu resolusi layar?
Jawaban: Resolusi layar adalah jumlah piksel yang membentuk gambar pada layar TV. Semakin tinggi resolusi layar, semakin tajam dan detail gambar yang ditampilkan. Resolusi layar biasanya dinyatakan dalam format “piksel horizontal x piksel vertikal”.

Pertanyaan 4: Apa itu HDR?
Jawaban: HDR (High Dynamic Range) adalah teknologi yang memungkinkan TV menampilkan gambar dengan rentang dinamis yang lebih luas. Artinya, TV HDR dapat menampilkan warna yang lebih cerah, lebih gelap, dan lebih detail dibandingkan dengan TV biasa.

Pertanyaan 5: Apa itu Smart TV?
Jawaban: Smart TV adalah TV yang terhubung ke internet dan memiliki berbagai fitur cerdas, seperti kemampuan untuk mengakses aplikasi, streaming konten, dan menjelajah web.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara merawat TV dengan baik?
Jawaban: Untuk merawat TV dengan baik, Anda perlu membersihkan layar TV secara berkala menggunakan kain lembut dan cairan pembersih khusus layar TV. Anda juga perlu memastikan TV ditempatkan di tempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Pertanyaan 7: Apa yang harus dilakukan jika TV rusak?
Jawaban: Jika TV rusak, Anda perlu menghubungi pusat servis resmi untuk mendapatkan perbaikan. Jangan mencoba untuk memperbaiki TV sendiri jika Anda tidak memiliki keterampilan yang diperlukan.

Demikian beberapa pertanyaan umum tentang TV. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya kepada penjual atau teknisi TV.

Selain menjawab pertanyaan umum, kami juga akan memberikan beberapa tips untuk memilih dan merawat TV dengan baik.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih dan merawat TV dengan baik:

Tip 1: Pertimbangkan ukuran layar dan resolusi layar:
Saat memilih TV, pertimbangkan ukuran layar dan resolusi layar yang sesuai dengan kebutuhan dan ruangan Anda. Semakin besar ukuran layar, semakin baik pengalaman menonton Anda. Namun, pastikan ruangan Anda cukup luas untuk menampung TV berukuran besar. Resolusi layar juga penting untuk diperhatikan. Semakin tinggi resolusi layar, semakin tajam dan detail gambar yang ditampilkan.

Tip 2: Pilih jenis layar yang tepat:
Ada beberapa jenis layar TV yang tersedia, seperti LCD, LED, dan OLED. Masing-masing jenis layar memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Layar LCD umumnya lebih terjangkau, sedangkan layar LED dan OLED menawarkan kualitas gambar yang lebih baik. Pertimbangkan jenis layar yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda.

Tip 3: Perhatikan fitur-fitur yang ditawarkan:
Sebelum membeli TV, perhatikan fitur-fitur yang ditawarkan. Beberapa fitur yang perlu dipertimbangkan antara lain: Smart TV, HDR, dan konektivitas. Smart TV memungkinkan Anda untuk mengakses aplikasi, streaming konten, dan menjelajah web. HDR (High Dynamic Range) memungkinkan TV menampilkan gambar dengan rentang dinamis yang lebih luas. Konektivitas yang baik memungkinkan Anda untuk menghubungkan berbagai perangkat ke TV, seperti pemutar Blu-ray, konsol game, dan soundbar.

Tip 4: Rawat TV dengan baik:
Untuk merawat TV dengan baik, Anda perlu membersihkan layar TV secara berkala menggunakan kain lembut dan cairan pembersih khusus layar TV. Anda juga perlu memastikan TV ditempatkan di tempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menyentuh layar TV dengan tangan yang kotor atau basah.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memilih dan merawat TV dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat.

Demikian beberapa tips untuk memilih dan merawat TV dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat.

Conclusion

TV telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. TV menjadi sumber informasi, hiburan, dan pendidikan. Dengan perkembangan teknologi, TV semakin canggih dan menawarkan berbagai fitur yang menarik.

Saat memilih TV, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti ukuran layar, resolusi layar, jenis layar, fitur-fitur yang ditawarkan, dan budget yang tersedia. Pastikan untuk memilih TV yang sesuai dengan kebutuhan dan ruangan Anda.

Untuk merawat TV dengan baik, Anda perlu membersihkan layar TV secara berkala menggunakan kain lembut dan cairan pembersih khusus layar TV. Anda juga perlu memastikan TV ditempatkan di tempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menyentuh layar TV dengan tangan yang kotor atau basah.

Dengan mengikuti tips-tips yang telah dijelaskan, Anda dapat memilih dan merawat TV dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam memilih TV yang tepat untuk kebutuhan Anda.


Images References :

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *