Apa Itu React Native? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Apa Itu React Native


Apakah Anda ingin mengembangkan cellular apps dalam waktu singkat?

Salah satu kunci untuk membuat aplikasi dengan hemat waktu tergantung framework front-end yang dipakai.

Dengan framework yang praktis, Anda bisa membangun aplikasi tanpa membuang useful resource dan energi.

Nah, React Native adalah framework front-end yang mampu mengatasi kegelisahan Anda itu.

Bedanya dengan framework lainnya, React Native bersifat cross-platform. Artinya, Anda bisa membuat aplikasi untuk berbagai platform sekaligus. Itu sesuai dengan janji React Native: Be taught as soon as and write wherever.

Penasaran kan? Nah tanpa berlama-lama lagi, yuk belajar React Native!

Apa Itu React Native?

Framework React Native

React Native adalah framework JavaScript untuk mengembangkan aplikasi cellular secara multi-platform. Khususnya, pada bagian front-end alias interface aplikasi.

Dengan belajar React Native, Anda bisa mengembangkan aplikasi mobile untuk berbagai platform dengan cepat. Sebab, sifatnya yang cross-platform memungkinkan satu codebase bisa digunakan di iOS dan Android.

Selain itu, React Native juga menghasilkan aplikasi dengan UI/UX mengesankan. Aplikasi bisa berfungsi dengan easy dan komponennya (seperti tombol-tombol) merespon dengan baik layaknya dibuat dengan kode Native. 

Pahami Ini Sebelum Belajar React Native

Kalau mau jago menyelam, harus bisa berenang dulu, kan?

Sama halnya dengan belajar React Native, Anda perlu mencicipi beberapa primary data berikut:

  • HTML. Bahasa markup untuk membuat struktur halaman web site;
  • CSS. Bahasa type sheet untuk mendesain tampilan web site;
  • Dasar JavaScript. Bahasa pemrograman yang membuat web site interaktif dan fitur-fiturnya berfungsi;
  • ECMAScript 6 (ES6). Versi trendy dari JavaScript yang membawa fitur-fitur baru (modules, arrow operate, lessons, dll);
  • JavaScript XML (JSX). JavaScript tambahan yang memungkinkan developer mengadaptasikan HTML di React;
  • React. Library JavaScript untuk membangun Consumer Interface (UI) web site atau aplikasi net. React Native menggunakan surroundings React dalam pengembangan aplikasi.

Selanjutnya, kami akan mengajak Anda memahami cara kerja React Native.

Cara Kerja React Native

Cara Kerja React Native cukup easy, yaitu:

  1. Developer menggunakan kode React untuk membangun interface aplikasi;
  2. Kode React akan diinterpretasikan menjadi JavaScript agar nantinya bisa digunakan untuk aplikasi cellular;
  3. React Native akan menggunakan  fitur bridge untuk mengolah codebase menjadi Native Module (Android Module, iOS Module);
  4. Native Module siap digunakan di platform yang bersangkutan.

Penting diketahui, meski cara kerja React Native sederhana, terkadang hasil bridging kurang sempurna. Sehingga, developer perlu menyesuaikan beberapa komponen React Native yang kurang kompatibel tersebut.

7 Kelebihan React Native

Berikutnya, Anda akan memahami lebih jauh kelebihan React Native.

React Native adalah framework dengan segudang keistimewaan. Apa sajakah itu? Ini dia kelebihan React Native.

1. Instalasi Lebih Mudah dengan Bundle Installer

Barangkali Anda paling membenci proses instalasi. Apalagi kalau harus menginstal komponen satu per satu. Malas dan ribet, kan?

Untungnya, React Native menyediakan bundle installer alias Node Package Manager (NPM). Ini memungkinkan Anda menginstal React Native hanya dengan memasukkan perintah pada Command Immediate.

2. Design UI yang Modular 

Pernahkah Anda bermain lego? Kira-kira, cara menggunakan React Native juga se-simple menyusun balok-balok lego.

Design UI yang modular memungkinkan Anda merakit blok-blok penyusun UI untuk aplikasi cellular. Otomatis, fleksibilitas Anda dalam memodifikasi aplikasi pun lebih luwes, bukan?

3. Menyediakan Komponen Siap Pakai

Tersedianya pilihan komponen adalah kelebihan React Native yang menghemat waktu developer.

Daripada menulis code dari nol, langsung saja gunakan komponen yang sudah ada. Komponen tersebut juga tidak sembarangan, kok. Pasalnya, itu adalah buatan developer lain yang hasilnya bisa Anda gunakan kembali.

Berbagai komponen itu semisal navigasi, type sheet, view, dan masih banyak lagi.

4. Menghemat Waktu Pengembangan

React Native… satu untuk semua~

Yap, kalimat tersebut memang cukup menggambarkan React Native. Sifatnya yang cross-platform memungkinkan Anda membuat satu codebase bagi Android dan iOS.

Dengan begitu, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai atau mungkin mengerjakan activity yang lain.

5. Mendukung Penggunaan Library dari Pihak Ketiga

Ada kalanya Anda membutuhkan plugin tertentu untuk melengkapi aplikasi. Nah kabar gembiranya, React Native memungkinkan Anda menghubungkan plugin dari pihak ketiga dengan aplikasi buatan Anda, lho.

Contohnya seperti plugin React Native Vector Icons, React Native Gifted Spinner, React Native Drawer, dan banyak lagi.

Plugin-plugin semacam ini memungkinkan Anda menambahkan berbagai komponen UI seperti icons, brand loading, dan banyak lagi. Menarik, bukan?

6. Quick Refresh

Ingin segera melihat hasil dari script yang baru Anda ubah? React Native bisa kok langsung menampilkannya.

Anda akan memiliki dua layar yang masing-masing berisi code dan output-nya. Efek dari setiap perubahan yang Anda buat akan otomatis di-update.

Serunya lagi, React Native secara otomatis juga merevisi tiap kesalahan pengetikan yang Anda buat, lho!

7. Meningkatkan Performa Aplikasi

Kelebihan React Native berikutnya, meningkatkan performa aplikasi.

React Native menggunakan GPU (Graphics Processing Unit) alih-alih CPU (Central Processing Unit). Hasilnya, performa aplikasi cellular kemungkinan jadi lebih cepat. Cocok untuk aplikasi yang menampilkan gambar ataupun animasi.

3+ Kekurangan React Native

Apakah React Native memiliki kekurangan? Nicely, kami tidak memungkiri, saat belajar React Native mungkin Anda akan menemui kendala-kendala ini.

1. Membutuhkan Primary Data yang Cukup Matang

Bagi seseorang yang belum pernah menyentuh JavaScript, pasti pusing saat menghadapi React Native. Apalagi, framework ini menggunakan ekstensi JavaScript (JSX) sehingga pengetahuan akan JS saja masih kurang.

2. Terlalu Sering Replace

Baru rilis di tahun 2015, bisa dibilang React Native masih balita alias belum matang. Saat belajar React Native, Anda harus siap dengan banyaknya replace atau kemungkinan beberapa komponen bekerja kurang optimum.

Terkadang, developer juga perlu menambahkan komponen Native tambahan sebagai pengganti kode yang tidak kompatibel di React Native.

3. Tetap Membutuhkan Kemampuan Native

Belajar React Native tidak bisa 100% lepas dari kemampuan Native𑁋kode pemrograman khusus untuk prosesor tertentu. Artinya, memang tetap membutuhkan developer yang memahami Android ataupun iOS.

Yah, meskipun sebenarnya React Native menyediakan fitur bridging yang menghubungkan JavaScript dengan Native, tiap module tetap membutuhkan penyesuaian sesuai platform.

4. Keamanan Masih Rawan

Sebaiknya, Anda memasang keamanan ketat jika menggunakan framework buatan Fb ini.

Anda masih ingat kan kami sempat mengungkit fitur bridging? Menggunakan fitur tersebut berarti melibatkan pihak ketiga. Nicely, siapa yang benar-benar tahu ada apa di balik proses compile itu?

Jadi, berhati-hatilah terutama jika aplikasi Anda menyimpan knowledge sensitif seperti keuangan, knowledge private, dan lain-lain.

The best way to get began is to stop speaking and start doing.

-Walt Disney

Jika menurut Anda membaca saja kurang untuk belajar React Native, persiapkan beberapa instruments ini sebelum terjun ke praktiknya.

  • Laptop computer (Macbook, laptop computer dengan OS Home windows ataupun Linux);
  • Smartphone (iPhone maupun Android);
  • Textual content editor untuk mengedit script JavaScript (Atom, VS Code, Chic Textual content, dll);
  • Set up Homebrew untuk MacOS atau Linux, sedangkan Chocolatey bagi Home windows. Ini merupakan bundle supervisor sebagai syarat menginstal NodeJS, JDK, dan Phyton bersama;
  • Node.js 6. Platform untuk menjalankan aplikasi net berbasis JavaScript. NPM akan terinstal otomatis setelah Anda memasang NodeJS;
  • Java Improvement Child (JDK) untuk mengkompilasi kode-kode Java agar aplikasi bisa dijalankan ;
  • Python fungsinya mengkompilasi supply code dan menyediakannya selama growth mode;
  • Expo. Framework untuk menguji serta menjalankan hasil React Native dan JavaScript pada smartphone;
  • Android Studio, X-Code (untuk iOS), atau emulator lainnya sebagai alternatif jika Anda tidak menggunakan Expo.

Demi memudahkan Anda belajar React Native, kami akan memberikan beberapa ideas pada part selanjutnya.

6+ Ideas Belajar React Native

1. Perluas Wawasan Tentang Bahasa Pemrograman

Jika Anda masih awam terhadap dunia pemrograman, sebaiknya jangan memulai dengan terburu-buru. Pelan-pelan, pelajari bahasa pemrograman secara umum.

Dengan mengetahui basic-basic pemrograman, akan jauh lebih mudah nantinya saat belajar React Native.

Kabar baiknya, ada banyak web site belajar coding yang free of charge, lho. Nah selain belajar dari berbagai useful resource, jangan lupa lakukan ideas belajar pemrograman sehingga pemahaman Anda semakin mendalam. 

2. Ketahui Primary Talent Entrance Finish Developer

Saat berkenalan dengan dunia pemrograman, pasti Anda akan mendengar istilah front-end, back-end, ataupun full-stack.

Entrance-end fokus membangun interface web site/apps, back-end lebih ke belakang layarnya alias knowledge ataupun server web site. Sedangkan full-stack adalah kombinasi front-end dan back-end.

Nah, React Native adalah salah satu framework front-end. Jika Anda tertarik menjadi front-end developer, ketahui primary ability yang perlu front-end developer sebaiknya miliki.

Bermodalkan ability front-end, akan lebih mudah untuk belajar React Native. Talent dasar tersebut seperti pemahaman akan HTML/CSS, JavaScript, dan lain-lain. Kita akan membahasnya pada ideas selanjutnya.

3. Pahami HTML/CSS

HTML/CSS adalah pondasi untuk belajar Javascript. Baik HTML maupun CSS berfungsi mendesain tampilan web site dan aplikasi.

Bedanya, HTML fokus menyusun struktur tampilan sedangkan CSS berperan mengatur style-nya (font, warna, background, dsb). Untuk membangun logikanya, Anda membutuhkan JavaScript.

4. Mengenal JavaScript

Seperti yang sudah Anda ketahui, React Native menggunakan bahasa pemrograman JavaScript. JavaScript akan membuat setiap komponen dalam web site/apps berfungsi.

Sebelum mencoba React Native, kami sarankan Anda terlebih dulu berlatih mengerjakan beberapa challenge JavaScript. Caranya? Bisa dengan mencoba praktik dari artikel berikut.

  1. Cara Membuat JavaScript di HTML Sederhana
  2. Cara Menambahkan Customized JavaScript dan CSS di WordPress
  3. Membuat Countdown Timer dengan JavaScript

Jika sudah pernah menyentuh JavaScript, Anda bisa mulai berkenalan dengan ES6 dan JXL.

5. Dalami ES6 dan JSX

ECMAScript 6 (ES6) dan JavaScript XML (JSL) adalah kelanjutan dari JavaScript. Bisa dibilang, ini versi trendy Javascript.

Jika Anda sudah memahami HTML, pasti akan lebih mudah saat mempelajari ES6 dan JSX.

Kira-kira, kenapa Anda perlu mempelajari ES6 dan JSX?

Alasannya, ES6 dan JSX akan memudahkan Anda dalam menggunakan JavaScript. Sebab, ES6 membawa berbagai fitur (arrow operate, modules, dsb) yang fungsional. Sedangkan JSX memungkinkan Anda mengadaptasikan HTML di React.

6. Pahami React

Ideas belajar React Native berikutnya, pahami React. React JS ibarat perpustakaan yang berisi berbagai kode JavaScript.

Kode-kode tersebut bisa Anda ambil dan modifikasi sesuai kebutuhan. Alhasil, proses coding menjadi lebih efisien.

Biasanya React digunakan untuk membuat web site/net apps. Anda perlu mempelajari ini karena React Native menggunakan surroundings React. Artinya, prinsip-prinsip React juga dipakai dalam mengoperasikan React Native.

7. Belajar React Native

Setelah memahami React, Anda siap belajar React Native. Jika Anda sudah memahami primary ability yang sudah disebutkan pada tahap sebelumnya, menggunakan React Native pasti relatif cukup mudah.

Sebagai percobaan, Anda bisa mencoba praktik dengan membuat aplikasi cellular sederhana. Jangan lupa juga untuk terus memperluas wawasan dengan mengikuti tren net growth agar bisa membuat aplikasi yang up-to-date.

Tingkatkan Kemampuan Programming untuk Membuat Apps yang Keren! 

Sampai sini, Anda bisa menyimpulkan bahwa React Native adalah framework JavaScript untuk membuat aplikasi cellular secara multi-platform.

Meski begitu, React Native tetap memiliki professional dan kontra.

KelebihanKekurangan
Instalasi mudah dengan adanya Bundle InstallerMembutuhkan primary data yang matang
Design UI modularTerlalu sering replace
Menyediakan komponen siap pakaiTetap membutuhkan kemampuan Native
Menghemat waktu pengembanganKeamanan masih rawan
Mendukung penggunaan library pihak ketiga
Quick refresh
Meningkatkan performa aplikasi

Di luar kekurangannya, React Native tetap menjadi pilihan tepat untuk membuat aplikasi sederhana dalam waktu singkat. Instagram, Skype, Discord, dan banyak perusahaan lain telah membuktikannya. Apakah Anda juga tertarik mencobanya?

Nah akhir kata, selamat belajar ya! Pleased coding!

Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *