Apa itu NoSQL? Simak Penjelasan Lengkapnya!

apa itu query sql


Mengelola database tak hanya bisa dilakukan dengan sistem manajemen relasional (RDBMS) saja, lho. Sekarang, Anda juga bisa memanfaatkan NoSQL untuk mengelola database secara lebih fleksibel.

Tak hanya itu, banyak perusahaan besar seperti Amazon yang beralih menggunakannya karena lebih cocok untuk pengembangan knowledge sesuai kemajuan teknologi.

Lalu, apa itu NoSQL dan bagaimana cara kerjanya?

Kami akan membahasnya secara mendalam di artikel ini. Mulai dari pengertian, kelebihan, hingga perbedaan SQL dan NoSQL. Penasaran, kan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu NoSQL?

NoSQL adalah singkatan dari Not Solely SQL. Database administration system ini bersifat tanpa relasi (non-relational). Artinya, NoSQL bisa mengelola database dengan skema yang fleksibel dan tidak membutuhkan question yang kompleks.

Dengan pendekatan ini, NoSQL mempunyai skalabilitas tinggi untuk dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan knowledge yang ada. Tak heran, database administration ini dianggap paling cocok untuk mengolah large knowledge yang selalu berubah-ubah sekalipun. 

Berbagai perusahaan besar seperti Fb dan Google juga memanfaatkan NoSQL pada bisnis mereka. Alasannya, NoSQL memiliki kemampuan untuk mendukung real-time net software yang dikembangkan.

Bagaimana database administration ini bisa demikian bermanfaat? Hal itu karena ditunjang oleh pilihan berbagai jenis database yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Jenis-Jenis Database NoSQL

Secara umum, database pada NoSQL dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

1. Key-value

Jenis database ini menyimpan database dalam pasangan key/worth berbentuk tabel hash yang simpel. Jadi, cocok digunakan oleh Anda yang ingin menyimpan banyak knowledge tanpa menggunakan question yang ribet saat hendak memprosesnya.

Pada key-value, setiap key-nya itu unik, sedangkan value-nya bisa berupa JSON, BLOB (Binary Massive Objects), string, dan lain sebagainya.  Sebagai contoh, Anda bisa melihatnya di bawah ini:

contoh database key-value nosql

Beberapa database key-value yang populer adalah Redis, DynamoDB, dan Riak

2. Column-based

Column-based (disebut juga dengan wide-column) merupakan jenis database NoSQL yang menyimpan knowledge dalam bentuk kolom. Jadi, column-based sangat cocok untuk question SUM, COUNT, AVG, MIN, dan semacamnya..

Contoh NoSQL column-based bisa Anda lihat di bawah ini:

contoh database column-based nosql

Kelebihan utama NoSQL column-based adalah fleksibilitas kolomnya. Setiap kolom tak terikat dengan kolom lainnya. Maka, Anda bebas mengubah kolom apapun tanpa mempengaruhi yang lain. 

Beberapa database column-based yang populer adalah HBase, Cassandra, dan Hypertable.

3. Doc-oriented

Jenis database ini menggunakan knowledge yang berisi sepasang key dan worth yang disimpan di dokumen dengan format JSON atau XML. Worth disini bisa saja berupa string, angka, boolean, arrays, hingga object. 

Supaya lebih jelas, berikut perbandingan document-oriented NoSQL dan relational SQL:

contoh database document-oriented nosql

Bagi Anda yang akrab dengan JSON, Anda tentu melihat kemiripan struktur yang digunakan jenis NoSQL tersebut. Struktur itu berbeda dengan tabel relasional ala SQL yang mempunyai baris dan kolom.

Dengan pendekatan ini, Anda tak perlu tahu kolom-kolomnya terlebih dahulu seperti di SQL. Sangat fleksibel, kan? Tak heran, jenis database document-oriented ini kebanyakan digunakan untuk CMS, platform running a blog, analisis real-time, dan aplikasi e-commerce.

Beberapa database document-oriented yang populer adalah Amazon SimpleDB, CouchDB, dan MongoDB.

4. Graph-based

Graph-based adalah jenis database NoSQL yang berfokus untuk menyimpan hubungan antar entitas. Entitas tersebut disimpan dalam bentuk node, sedangkan hubungan antar entitasnya disebut sebagai edge.

Berikut contoh NoSQL graph-based:

Sumber gambar: guru99

Graph-based ini sangat cocok dipakai jika Anda ingin menemukan pola yang saling berhubungan dalam knowledge. Maka dari itu, jenis database ini umumnya digunakan untuk media sosial, mendeteksi penipuan, dan knowledge spasial.

Beberapa database graph-based yang populer adalah Neo4J, JanusGraph, dan InfiniteGraph.

Kelebihan NoSQL

Berikut beberapa kelebihan NoSQL dibanding database relational:

1. Skalabilitas yang Lebih Mudah dan Murah

NoSQL mempermudah proses “scale out.” Metode skalabilitas ini memungkinakan Anda untuk menambahkan server cloud dan menyambungkannya ke cluster database dengan mudah.

skalabilitas tipe scale-out nosql yang lebih mudah dan murah
Sumber gambar: guru99

Jadi, Anda tak harus membeli {hardware} baru yang lebih canggih dan lebih mahal untuk menangani lonjakan knowledge. Cukup ramah di kantong, bukan?

2. Menyimpan Banyak Information tanpa Mengorbankan Performa

Tahukah Anda kalau NoSQL bisa menyimpan banyak knowledge sekaligus tanpa mengorbankan performanya? Hal ini terjadi karena kemudahan untuk melakukan “scale out” kapan saja sesuai penjelasan kami sebelumnya. 

Jadi, saat terjadi lonjakan knowledge Anda bisa bebas menambahkan server untuk menampung beban tersebut secara merata. Inilah yang menjadi salah satu alasan banyak perusahaan besar menggunakannya.

3. Fleksibilitas Tinggi yang Mendukung Beberapa Jenis Database

NoSQL adalah manajemen database yang sangat fleksibel. Tidak hanya mendukung empat jenis database, NoSQL juga mampu menyimpan knowledge unstructured, semi-structured, dan structured.

Artinya, Anda lebih leluasa dalam mengelola database, baik sesuai dengan kebutuhan maupun sesuai dengan knowledge yang dimiliki.

Katakanlah, knowledge Anda masih bervariasi dan terus berkembang, maka Anda tak perlu repot merancang skema tabel di awal selayaknya SQL.

4. Lebih Ramah untuk Developer

Mengelola database memang merupakan salah satu ability wajib developer. Meskipun pekerjaan tersebut tidak mudah, dengan bantuan NoSQL prosesnya bisa lebih easy. Kenapa? Berikut beberapa alasannya:

  • Anda tak perlu menulis question SQL yang semakin kompleks seiring bertambahnya knowledge.
  • Information dalam NoSQL bisa berbentuk JSON atau XML yang tentunya lebih acquainted untuk para developer. 
  • Anda bisa menampilkan knowledge dengan cepat tanpa harus membuat schema terus menerus.
  • Ada banyak database NoSQL yang bersifat open-source dan free of charge. Sehingga, Anda bisa menghemat uang jika ingin mencoba kecocokannya terlebih dahulu.

Perbedaan SQL dan NoSQL

Berikut perbedaan antara SQL dan NoSQL yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum menggunakannya:

PerbedaanSQLNoSQL
TipeRDBMS atau Relational DatabasesNon-relational database atau distributed database
FungsiUntuk mengolah knowledge pada On-line Analytical Processing (OLAP)Untuk mengolah knowledge terkait aplikasi dan web site trendy yang semakin kompleks
Bahasa questionStructured question language (SQL)Tidak membutuhkan bahasa question yang terlalu kompleks
Struktur databaseBerbentuk tabelBisa berbentuk key-value, column, dokumen, dan graph
SchemaPerlu ditentukan dahuluSkema dinamis untuk knowledge tak terstruktur
Jenis skalabilitasSkala vertikal atau scale up dengan membeli {hardware} baru.Skala horizontal atau scale out dengan menambah server.
Contoh databaseMySQL, Postgres, MS-SQLRedis, Neo4j, MongoDB

Kesimpulan

Walaupun sekilas mirip, NoSQL berbeda dengan SQL dalam hal pengelolaan knowledge. NoSQL adalah manajemen database non-relasional yang memiliki empat jenis. Mulai key-value, column-based, document-oriented dan graph-based.

Pendekatan ini membuat NoSQL memiliki berbagai kelebihan yaitu:

  • lebih mudah untuk scale out tanpa harus membeli server mahal
  • mampu menyimpan banyak knowledge dengan performa baik
  • fleksibel untuk berbagai kebutuhan dan knowledge
  • lebih ramah untuk developer dalam pengembangannya

Jika Anda membutuhkan server yang bisa digunakan untuk mengelola database NoSQL, layanan VPS triknesia bisa menjadi pilihan. Apa alasannya?

Selain menggunakan sistem cloud dengan SSD yang cepat, Anda bisa mendapatkannya mulai Rp.104.00/bulan saja.

Bagaimana? Tertarik untuk mengelola database Anda dengan lebih baik?

Dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *